Usut punya usut....[masih lanjutan dari postingan sebelumnya]



Mengapa sistem kerjasama masih terpelihara dalam sistem pendidikan kita?
Mengapa agen-agen A B C haram masih merajalela?
Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu akan muncul setiap saat di hati mereka yang sedang berjuang dalam jalan kebenaran-Nya. Wajar saja, karena memang sebuah teka-teki besar selalu diselimuti dengan indahnya kulit buaya.
Jika seorang murid melaporkan kasus semacam itu pada sekolah, bagaimana responnya? Mungkin hanya menyemangarti tanpa melalukan tindakan lanjutan yang berarti. Karena sekolah hanya berorientasi pada materi. Sekolah hanya inginkan akreditas, cantik di muka publik, terjaga kehormatan di depan koran, terlihat punya progres meningkat di mata masyarakat. Itu yang sekolah inginkan saat ini. Ujung-ujungnya? MATERI!
Darimana mereka dapatkan A B C haram? Dari agen-agen yang duduk di atas. Bagaimana bisa bocor? Karena yang mereka inginkan bukan kecerdasan generasi masa depan, tapi UANG! Entah cara apa yang mereka lakukan dan jalan mana yang mereka ambil hingga sampailah jawaban-jawaban dengan berbalas UANG! Ujung-ujungnya? MATERI JUGA!
Apakah pemerintah tidak tahu? Pemerintah tidak buta, pemerintah tidak bodoh. Bahkan mereka terlalu cerdas, hingga kecerdasannya mencari celah-celah demi keuntungannya, tak peduli dosa ataupun risiko yang akan terjadi pada masyarakatnya. Mereka akan berusaha menutupi kebenaran meski menyakitkan, mereka akan berusaha menjaga muka karena tak ingin dilihat gagal oleh masyarakat lainnya.  Bahkan, bukan lagi rahasia jika mereka dapatkan amplop palsu dari agen-agen pendidikan palsu. Ujung-ujunngnya? UANG lagi !
UANG..UANG..UANG... Uang adalah otak KAPITALISME!
Mereka hanya diam dan tunduk pada aturan-aturan makar-makar kapitalis. Sungguh pendidikan rusak seperti ini bukan karena kesalahan individu semata, karena negara memiliki andil besar di dalamnya. Semakin negara menggandeng Barat, semakin terpuruk juga nasib masyarakat. Memang, ini merupakan masalah sistemik, beruntun dan mungkin tak ada ujung.  
TAPI, tidak untuk Islam !!
Islam punya solusi nyata, dengan KHILAFAH yang akan menjamin pendidikan dan kesejahteraan umat ini, bukan sistem tutup tambal yang menjadi andalan, bukan kepala uang yang menjadi prioritas, tapi ridho Allah yang menjadi tujuan utamanya. Tak akan ada kerjasama dalam ujian atau A B C haram yang membuat geram. Karena yang ada hanya kemaslahatan, keadilah, kebenaran, dan ketenteraman..
Mau tahu sistem pendidikan Islam dalam Khilafah yang pernah bertahan sekitar 13 abad di masa silam? Makanya #YukNgaji #YukDakwahkanKhilafah dan tunggu postingan selanjutnya J karena ATURAN ISLAM TAK PERNAH BERUBAH DARI DULU HINGGA SEKARANG {}

Komentar

Postingan Populer