Kala Hati Merasa

Jika membahas hati, tentulah tak akan ada sebuah tepi. Selalu saja mengalir perasaan-perasaan yang mungkin itu sesuatu yang tak diharapkan untuk sekarang. Jika bicara masalah hati, bukan hanya sekedar cinta yang hadir, tapi naluri. naluri yang meliputi 3 hal, naluri beragama (garizah tadayyun), naluri mempertahankan diri (gharizah baqa'), dan naluri cinta (gharizah nau'). Ketiga naluri ini tak mungkin bisa dihilangkan atau dimusnahkan dalam sebuah kehidupan.

kali ini hanya satu naluri yang akan kita bicarakan, naluri cinta. Ya, karena kita sebagai tunas-tunas ini sering bergejolak hatinya karena cinta (kadang-kadang loh, nggak keseringan). wajar saja, karena memang sudah fitrah kita sebagai manusia. Namun, keberadaan cinta itu tak bernilai baik dan buruk, tak bernilai dosa dan pahala, kecuali karena perbuatan manusia terhadap cinta itu sendiri.

Cinta bisa bernilai dosa dan buruk jika manusia memanfaatkan cinta tidak sesuai dengan aturan Allah, Sang Maha Cinta.Cinta juga bisa bernilai pahala jika pengekspresiannya disesuaiakan dengan aturan Sang Pencipta, dan pastinya dilakukan lillahi Ta'ala.

Aturannya Allah tentang cinta apa aja? banyak sekali, karena memang Islam adalah agama yang komplit dan detail. Beberapa di antaranya adalah larangan untuk berkhalwat (berduaan), berikhtilat (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan non mahram), menundukkan pandangan, menjaga kehormatan dengan menutup aurat, dan masih banyak lagi. Nah aturan-aturan itu berguna untuk menjaga manusia dari pemuasan cinta yang salah dan bernilai dosa.

Bukankah yang kita inginkan pahala sehingga kita bisa nikmati indahnya surga?
Otomatis, berarti kita juga ingin dapat pahal dari cinta kita kan? Nah jika pahala dan ridho Allah yang jadi orientasi kita, kita haruslah mempelajari Islam itu sendiri agar kita bisa mengerti makna cinta yang hakiki dan suci itu seperti apa. Makanya #YukNgaji

Jika hati sedang berbunga, jangan dipupuk dulu ya sayang, tapi alihkan bunga itu pada arah yang lain. Jadi gini, yang namanya naluri, tak akan bisa dimusnahkan, tapi kita bisa untuk mengalihkan kepada naluri yang lain.
Jika hati mulai terkena cinta pada lawan jenis, jangan biarkan cinta itu mengalir semakin deras, tapi redamlah dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang lain, apalagi mengalihkan dengan aktivitas yang bermanfaat, dakwah atau belajar contohnya. Malah bikin berpahala kan?
Jangan sampai aliran yang mulai bergejolak itu semakin deras, karena dia belum halal bagi kita. Jika ingin menikmati cinta bersamanya, #NikahDuluYa :D Jangan jalani dengan pacaran, karena ingat, yang kita inginkan pahala dan surga bukan? Makanya #UdahPutusinAja ya :)

Semangat untuk menjaga hati :')

Komentar

Postingan Populer