MEMANG BERBEDA :(
Sempat
ku berkaca
Sempat
ku berpikir
Mengapa
aku terlahir sekarang?
Disaat
bumi ini tak karuan dan tak punya tujuan
Mengapa
aku tak terlahir saat Rasulullah memimpin dunia ini?
Umat
Rasulullah kuat, tangguh, gigih, tak takut kematian
Aku
berpikir kembali,
Allah
Maha Adil, Allah Maha Tahu
Allah
menciptakanku untuk berjuang sama halnya dengan saat dulu
Allah
sama-sama memerintahkan untuk beribadah kepada-Nya
Kita
sama,
Hanya
berbeda zaman, berbeda keadaan,berbeda media dan thorikohnya
Kita
sama wahai saudaraku
Aku
pun berkaca kembali
Tapi,
aku tak sama.
Kapan
aku berjuang, Tuhan?
Berapa
lama aku beribadah,?
Berapa
banyak harta yang aku infaqkan di jalan-Mu?
Berapa
waktuku yang kugunakan untuk membela agama-Mu?
Berapa
lama aku tidur dengan tak memikirkan nasih umat?
Sudahkah
aku menolong saudaraku yang kelaparan
dan hampir mati terbunuh disana,?
Sudahkah
aku membantu saudaraku yang meminta keadilan dan disiksa habis-habisan,?
Aku
tak sama,
Aku
tak seperti umatmu, Ya Rasulullah
Aku
hanya manusia bodoh yang haus akan kebenaran
Yang
haus akan ilmu
Yang
haus akan keadilan
Aku
tak sama,
Aku
tak seperti mereka,
Yang
berjuang keras dijalan-Mu,
Yang
selalu berkorban untuk-Mu,
Mereka
tak pernah takut akan datangnya musuh
Mereka
tak pernah mundur
Bahkan
mereka tak pernah melihat apa yang telah merek a tinggalkan dirumah
Bahkan
mereka tidak melihat apa yang yang telah mereka korbankan
Bahkan
mereka tak pernah melihat tangannya terpenggal satu
Mereka
tak pernah berfikir kedua tangannya telah terpotong
Mereka
pun tak pernah berfikir tinggal satu kaki yang membantunya bergerak
Mereka
pun tak pernah berfikir, tangan dan kakinya hilang terbuang oleh musuh
Tapi,
mulutnya dapat menegakkan panji- Mu, Ya Tuhan
Mereka
terbunuh
Mereka
bangga dengan kematiannya,
Indah,
sungguh indah kematian itu,
Darah
bercucuran kan menjadi saksi pengorbanan.
Aku
melihat kaca kembali,
Dan
aku semakin yakin
AKU
TAK SAMA L
Aku
hanya bisa menangis disini,
Meratapi
nasib umat yang haus akan kebenaran-Mu,
Bahkan
mereka bangga hidup dengan kemunafikan
Mereka
bangga dengan hedonisme dan kemungkaran
Dan
aku pun tak tahu apa yang harus kulakukan
Dan
kaca pun berkata,
“Sadarlah,
jadilah pejuang Ilahi pemberani melawah kemungkaran dengan perbedaan ini”



Komentar
Posting Komentar